
Ketahuan, Ibu Saeni pemilik warteg ternyata orang kaya, netizen pun kecewa
Kasus Saeni, pemilik warteg yang terjaring razia Satpol PP Serang, Banten, nampaknya terus menjadi perbincangan netter. Pasalnya, baru-baru ini beredar foto cuplikan berita koran lokal yang menyebutkan bahwa Saeni termasuk orang mampu di kampungnya.
Dalam cuplikan berita tersebut, salah satu petugas Satpol PP Serang yang tak ingin disebutkan namanya tersebut mengungkapkan jika bu Eni memiliki tiga cabang warteg. Masing-masing cabang tersebut terletak di daerah Cigabus, Kaliwadas dan Tanggul. Tak tanggung-tanggung, bu Eni juga disebut mampu menguliahkan anak-anaknya.

"Darimana dibilang miskin kalau Saeni punya tiga cabang usaha," ujar petugas Satpol PP dalam kutipan di foto itu. "Termasuk bisa menguliahkan anak-anaknya."
Tak ayal foto tersebut langsung menghebohkan netter. Tak sedikit pula dari mereka yang membully bu Eni.
"Sukses filmnya,mampu menggugah penonton tanah air....dah cair tuh honornya,entahlah kalo artisnya dapat," sindir seorang netter.
"Sekalian aja dibakar biar langsung habis..," hujat netter lain. "Ya gitu deh dia taunya dia dapat banyak uang dan sekarang makin berani aja buka warteg di siang hari karena banyak dukungan," komentar lainnya.
Tokoh masyarakat Serang sayangkan kasus Ibu Saeni dibesar-besarkan
Peristiwa razia warteg yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Serang dengan cara menyita dagangan di warung milik Ibu Saeni menuai banyak simpatik. Bahkan ada penggalangan dana dari netizen hingga Rp 170 juta yang diberikan kepada Ibu Saeni.
Menanggapi hal tersebut, Nasir SH salah satu tokoh Masyarakat di daerah Ibu Saeni berdagang di Cikepuh, Kecamatan Serang, Kota Serang, menyayangkan penggalangan dana tersebut. Karena dirinya menilai, masih banyak masyarakat lain yang kondisinya lebih parah dan butuh bantuan.
"Warteg yang dibilang itu, dia lagi buka dan makannya orang sini. Orang Cikepuh juga. Tidak benar kalau dia bilang tidak berjualan. Dan dia bukan orang tidak punya, dia punya warteg tiga. Dia orang kaya, dia kontrak itu saja Rp 12 juta. Itu satu pembohongan. Orang kita salah menilai, harusnya menyumbang investigasi dulu. Jangan sepihak. Persoalan kecil ini jangan dibesar-besarkan," kata Nasir saat dihubungi, Kamis (16/6).

Nasir yang beberapa waktu lalu sempat mendatangi Satpol PP Kota Serang untuk memberikan dukungan kepada Satpol PP menegakan perda Kota Serang tersebut, mengatakan dirinya sangat tahu betul bahwa Ibu Saeni mempunyai warteg lebih dari satu.
"Sudah yakin pak (Warteg tiga), bukan ngecek lagi, tapi kita tahu karena kita tetangganya. Kita tahu persis orang saya orang sini. Wartegnya tiga di kota Serang di Tanggul, Kaliwadas, Cikepuh yang kemarin dirazia. Terakhir saya dengan di Pakupatan juga punya," kata Nasir.
Nasir meminta masyarakat jangan membesar besarkan hal tersebut, masih banyak masyarakat lain yang benar-benar butuh bantuan. "Jangan ikut campur orang-orang pusat. Kita enggak mau daerah kita diobok-obok," tegas Nasir.
Nasir juga berharap, pemerintah pusat jangan mengintervensi terkait Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2010 tentang Penyakit Masyarakat (Pekat).
"Bahwa perda itu tetap harus dijalankan, ini bulan suci Ramadan. Kepunyaan orang yang berpuasa, orang yang tidak puasa harus wajib menghormati. Kota serang kota ulama dan santri, dan ini adalah otonomi daerah, Puasat jangan intervensi," kata Nasir.
Sementara itu saat dikonfirmasi, ibu Saeni sendiri mengaku hanya memilik warteg satu, yang berada di Cikepuh, Kecamatan Serang, Kota Serang.
"Enggak ada lagi, cuma satu," kata Ibu Saeni, saat di temui di Bank BRI Cabang Kota Serang, Kemarin.
Suami Saeni bandar togel ?

Di tengah polemik tentang warung nasi milik Saeni yang dirazia Satpol PP Kota Serang, ternyata muncul polemik baru. Warga yang mengaku mengetahui kehidupan Saeni sebenarnya, Rabu (15/6) siang mendatangi Kantor Satpol PP Kota Serang di Jalan Ahmad Yani, Cipare, Kota Serang.
Warga bernama Nasir yang mengaku berasal dari Kampung Cikepuh, Kecamatan/Kota Serang mengatakan tahu persis kehidupan sebenarnya keluarga Saeni, yang warung nasinya dirazia petugas Satpol PP Kota Serang dan menjadi perhatian banyak pihak.
Menurut Nasir, Saeni bukan warga tidak mampu seperti yang tergambar di media selama ini. Nasir bahkan mengungkapkan suami dari Saeni yang biasa dipanggil Alex adalah bandar Judi di Kampung Cikepuh, Kecamatan Serang, Kota Serang.
“Alex itu bukan orang miskin. Dia berpura-pura saja miskin. Sebenarnya, dia punya mobil satu, dan warteg tiga, yaitu daerah Rau, Kaliwadas, dan Tanggul. Di Jawanya saja dia orang kaya,” ujar Nasir di Kantor Satpol PP Kota Serang.
Saat itu, kedatangan Nasir bersama beberapa orang dari organisasi kemasyarakatan diterima Kepala Satpol PP Kota Serang, Maman Lutfi dan jajaran.
Nasir kembali menceritakan kehidupan Saeni, terutama suaminya yang bernama Alex tersebut. “Memang sudah pada tahu semua kalau Alex suami Saeni ini adalah bandar judi. Dia sudah lama bermain judi. Dia jadi bandar untuk daerah Serang. Judi gapleh dan judi bola. Beberapa Satpol PP Kota Serang juga sudah tahu Alex itu siapa, dan latar belakangnya seperti apa,” papar Nasir.
Menurut Nasir, sebagian besar warga juga mengetahui bagaimana keadaan sebenarnya keluarga Saeni. “Jadi selama ini publik sudah tertipu oleh keluarga dia. Saya memang tahu benar kok dia itu siapa, dan anak-anak mereka juga kuliah semua,” tegasnya.
Bahkan, lanjut Nasir, warga dalam waktu dekat akan mengambil tindakan terhadap Alex. “Kami juga dalam waktu dekat akan mengusir mereka dari lingkungan Cikepuh,” tegasnya.
Sumber : http://www.wawker.com/2016/06/ketahuan-ibu-saeni-pemilik-warteg.html
2 komentar
Wah, kok bisa gitu ya gan... mengecewakan sekali
saya kurang tau juga gan.. seperti yang satpol ppnya katakan gan.. jangan menilai orang dari luarnya saja..