• RSS
Latest Post
Loading...

Senin, 20 Juni 2016

Demi Lindungi Warga yang Berpuasa, Walikota Padang Marah Besar dan Tentang Pernyataan Mendagri karena Dilarang Razia!

in Real Life
Walikota Padang Mahyeldi meradang, tak terima dilarang merazia warung makan yang buka siang hari di kota Padang, Sumatera Barat. Menurutnya, ia berhak melindungi warganya yang sedang berpuasa.
Sejak beberapa hari terakhir, satuan polisi pamong praja kota Padang, gencar menggelar eazia warung makan yang buka disiang hari. Bahkan petugas Satpol PP menyita makanan dan alat masak pemilik warung.
Namun tindakan ini dinilai mendagri Cahyo Kumolo berlebihan dalam menegakkan aturan yang dibuat pemerintah daerah. Selain terkesan arogan, juga dinilai menyengsarakan masyarakat pedagang.
Namun pernyataan itu ditentang oleh walikota Padang Mahyeldi. Ia tak terima dilarang merazia pedagang makanan yang buka disiang hari. Bahkan anak buahnya akan terus melakukannya untuk melindungi warganya yang sedang berpuasa.
“Seharusnya kita menegakkan aturan itu, bukan malah melindungi orang yang tidak berpuasa, salah itu yang melarang razia, di Bali saja kok orang diminta menghormati Nyepi, kenapa di Minangkabau tidak bisa menghormati orang berpuasa,” tegas Mahyeldi dengan suara lantang.
Ia juga menegaskan, anak buahnya akan tetap terus merazia warung kelambu dan tidak mempedulikan himbauan Mendagri.
Tidak hanya kepada pedagang warung-warung kecil, razia juga di lakukan kepada cafe dan restoran. Khusus rumah makan di kawasan Kampung Pondok, diberi label “Khusus Non Muslim” dan boleh buka siang hari.

11 komentar

walah menyimpang banget tuh gan
nice artikel

waduh parang banget tuh bisa" adu domba -_- nice gan artikelnya

nice info mas, puasa puasa!!!

btw judulnya panjang banget gan..
but nice niche !! :D

Sangat menyimpang sekali -_-

tergantung pribadinya masing-masing , btw nice inpoh gan

Nice gan infonya berita yang bermanfaat sekali

wah parah mendagri, bulan puasa lagi

gatau yg salah mana, yg berdagang nyari nafkah. tp yg puasa ya malah nebeng jg wkwk

wah indonesia semakin parah, nice artikel gan